Minggu, 26 Februari 2012

Siap-Siap, Mau Ujian Nich


Lagi Bimbel nich..
Oleh: udinankal

Murid-murid SMPN 1 Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang disibukkan dengan kegiatan mempersiapkan diri untuk menempuh Ujian Nasional (UN), diantaranya mengikuti kegiatan tambahan belajar yang diprogramkan oleh sekolah.

Setelah jam pelajaran berakhir, pukul 12.10. siswa harus mengikuti lagi tambahan belajar pukul 13.00, kebanyakan diantara mereka tidak pulang ke rumah. Mereka langsung mengikuti kegiatan tambahan belajar.

Aku Tak Punya Ringgit


Oleh: udinankal

Umumnya orang yang tinggal di daerah perbatasan punya mata uang Ringgit Malaysia, tetapi aku tidak!! Orang-orang daerah perbatasan menggunakan mata uang Ringgit untuk keperluan belanja.

Saya tidak memiliki mata uang tersebut karena tidak sering berbelanja di daerah batas, selain itu saya memang lebih mengutamakan menggunakan mata uang Rupiah,,dan bangga memiliki mata uang Rupiah.

Kakak Senang Beli Minyak Goreng Produk Malaysia


Oleh: udinankal
Minyak Goreng Produk Malaysia

Saya tinggal di daerah yang tidak jauh dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, di Paket Kabupaten Bengkayang. Tinggal bersama kakak sepupu memiliki dua orang anak,sehari-hari dia di panggil Mama Nosep.

Suatu hari “Din, belikan Kakak minyak goreng.”


“Iya kak.”

Selasa, 14 Februari 2012

Durian Jatuh Rejeki Datang

 Tidak seperti kebanyakan daerah lain di kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, daerah yang berbatasan dengan negeri jiran tersebut, tepatnya di dusun Taum, desa sinar Tebudak, kecamatan Tujuh Belas. berbeda dengan hari biasanya di tempat tersebut "dibanjiri" buah durian.

Durian (Durio zibethinus)adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya. Ini benar-benar mendapat durian runtuh...istilah yang digunakan masyarakat setempat jika mendapatkan penghasilan, rejeki yang berlimpah. musim durian membawa rejeki bagi warga,,,kenapa tidak..!!! hampir setiap hari warga di sibukkan dengan kegiatan Nyantuk (mencari buah durian), kalau mendapat banyak tentunya bisa dijual dengan harga yang cukup mengiurkan, tidak kalah dengan aroma khas buahnya, begitu pula harganya, yaitu berkisar 10.000 rupiah sampai 20.000 rupiah/buah.

Maman seorang warga Taum pada tanggal 02 Februaari 2012 lalu saya temui sedang mengambil buah durian miliknya yang jaruh dari pohonnya. Sambil tersenyum seorang bapak dengan dua putri tersebut mengatakan " setiap hari saya dapat duit dari hasil menjual buah durian sebesar 100.000 rupiah, bahkan lebih"...,,Betapa senangnya kalau seandainya setiap warga memiliki pohon durian masing-masing, dengan jumlah yang banyak.. Bisa menambah penghasilan jika musim tiba.

Rabu, 01 Februari 2012

"Kolam Ditengah Jalan"

by: Udin
Mendengar kalimat "Kolam Ditengah Jalan", mungkin tidak dapat dibayangkan, dan sangat diragukan keberadaannya. kolam itu sendiri adalah ceruk di tanah yang agak luas dan dalam berisi air yang berfungsi untuk memilihara ikan, serta letaknya bukanlah di tengah jalan. Bukan kolam sesungguhnya yang terletak di jalan Paket A, desa Sinar Tebudak, kecamatan Tujuh Belas, kabupaten Bengkayang tersebut. jika anda pergi ke Paket, atau sebaliknya dari Paket menuju Sanggau Ledo,yaitu pasar yang letaknya kurang lebih 5 kilo meter dari Paket, maka anda akan menjumpai "Kolam Ditengah Jalan"...,ehmmm kebayang ngak sich ada kolam ditengah jalan..!!!! lalu ikan apa yang di pelihara di situ, dan siapa pula yang membuat "kolam" tersebut???
Ternyata yang di maksud bukanlah kolam yang sebenarnya, tetapi jalan yang berlubang sangat dalam, dan pada waktu hujan akan tergenang air hampir setinggi lutut orang dewasa, itu terjadi berawal dari lubang jalan yang kecil, lama kemudian menjadi besar dan tergenang air. Tepat tanggal 30 Januari 2012 saya melewati jalan tersebut, dan kebetulan saja ada warga setempat hendak pergi ke Sanggau Ledo, sebut saja Ferdi (35), " biasanya air ini tidak akan surut, walaupun musim kemarau".